Jumat, 27 April 2012

Tahapan Melatih Bayi Berjalan


bayi baru lahir belum bisa apa-apa Tapi, bayi 1 tahun? Lain lagi ceritanya! Hanya dalam 12 bulan, bayi kecil yang semula tidak berdaya bermetamorfosis menjadi mesin yang terus bergerak. Dia akan belajar duduk, merangkak, dan berdiri. Pastikan Anda selangkah di depan dengan panduan tahap demi tahap ini untuk mengikuti perkembangannya.

GERAKAN BARU: MENGANGKAT BADAN

Saat terjadi: Bayi Anda tidak bisa mendorong tubuhnya sendiri ke atas sampai dia cukup kuat untuk mengangkat kepalanya, biasanya begitu mencapai usia 2-3 bulan. Kemudian, dia akan menggunakan kedua lengannya untuk mengangkat dadanya. Awalnya, dia hanya bisa separuh tegak: Sambil tengkurap, dia akan mendongakkan kepala, menyangga tubuh dengan bertumpu pada kedua sikunya, dan menoleh ke sekelilingnya. Di usia 6 bulan, dia sudah bisa menahan tubuhnya dengan kedua telapak tangannya.

Prosesnya: Untuk mengangkat tubuh perlu latihan. Kebanyakan bayi tidak suka tengkurap, tapi latihan ini penting untuk menguatkan otot dan mengendalikannya. ”Saya mendorong para orang tua untuk menengkurapkan bayi mereka sejak hari pertama,” ujar M. Michael Eisenfeld, MD, dokter ahli anak di All Children’s Hospital di St. Petersburg, Florida. ”Jika dimulai sejak dini, anak Anda akan cepat terbiasa.”

Cara membantu: Coba tengkurapkan si kecil di atas perut Anda saat Anda rebahan di kursi malas. Melihat wajah Anda akan merangsang dia untuk mendorong badannya ke atas.

GERAKAN BARU: MEMBALIKKAN BADAN

Saat terjadi: Pertama kali bayi Anda bisa menggulingkan badan di usia 4-6 bulan, kemungkinan dia pun akan sama terkejutnya dengan Anda. ”Dia akan mendorong ke atas dengan perutnya, lalu menahan badannya dengan kedua tangan,” kata Alice Anderson, ahli terapi fisik anak di Children’s Medical Center Dallas. Jika terlalu bertumpu di satu sisi, dia akan terguling ke posisi terlentang.

Prosesnya: Apakah bayi Anda berguling lebih dulu dari depan ke belakang, atau sebaliknya, semua ini adalah proses belajar. Dia akan belajar membebaskan lengannya agar tidak mengganjal, dan dia akan menemukan gerakan yang dialaminya secara kebetulan.

Cara membantu: Jika si kecil mulai memiringkan badannya, bantulah dia untuk menempatkan lengan di sisinya atau angkat ke atas kepalanya supaya dia bisa berguling, jelas Dr. Eisenfeld.

GERAKAN BARU: DUDUK TEGAK

Saat terjadi: Bayi mulai belajar duduk di usia 6 bulan. Pertama, dia akan membungkukkan tubuh ke arah kakinya, lalu menapakkan kedua tangannya untuk menahan tubuh. Secara bertahap, begitu dia bisa menjaga keseimbangan, dia akan dapat duduk tegak dan mengangkat kedua tangannya. Di usia 7 bulan, kebanyakan bayi sudah bisa duduk sambil memegang mainan. Prosesnya: Bayi tidak langsung bisa duduk –tapi Anda yang membantu dia duduk. “Dudukkan dalam posisi tegak dan pegangi sedikit saja,” saran Dr. Eisenfeld. ”Lalu perlahan-lahan lepaskan, namun Anda tetap siap di dekatnya kalau dia terjatuh.”

Cara membantu: Jadikan momen ini menyenangkan. ”Bagi sebagian anak, yang tersulit adalah fokus pada obyek di depannya,” kata Dr. Eisenfeld. ”Mereka cenderung bergerak.” Beri dia sesuatu untuk dipegang, atau buat mimik wajah yang lucu sebatas pandangan matanya.

GERAKAN BARU: MERANGKAK

Waktu terjadinya: Meski umumnya bayi merangkak di usia 7-10 bulan, tapi banyak juga bayi yang terlambat atau bahkan tidak pernah bergerak dengan tangan dan lututnya. Sejumlah pakar meyakini bahwa ini adalah efek samping yang tidak direncanakan dari kampanye “Back to Sleep”. “Ketika American Academy of Pediatrics mulai menghimbau untuk menidurkan bayi dalam posisi terlentang untuk mencegah kematian bayi secara mendadak, sejak itu semakin jarang bayi ditidurkan tengkurap,” kata Anderson. ”Ini berdampak terhadap tahapan tumbuh kembang bayi, salah satunya adalah merangkak.” Kebetulan para dokter tidak menganggap penting bagi bayi untuk bisa merangkak selama dia bergerak dengan caranya sendiri dan bahkan bisa berjalan.

Prosesnya: Untuk merangkak dibutuhkan kemampuan koordinasi dalam menggerakkan kaki dan tangan bersamaan, serta motivasi untuk mulai bergerak. Tapi sebagian bayi bergeser dengan bokongnya, berguling, atau merangsek ke depan dengan perutnya sebagai pendorong.

Cara membantu: Baringkan si kecil di atas perutnya dan sebar beberapa mainan favoritnya sedikit di luar jangkauan. Cepat atau lambat, dia akan menemukan cara untuk meraihnya.

GERAKAN BARU: BERJALAN

Waktu terjadinya: Sebelum anak bisa berjalan, dia harus belajar cara berdiri. Anda akan melihat dia mengangkat badannya untuk berdiri di usia 10-12 bulan. Dia akan berpegangan pada furnitur, tapi begitu sudah mahir –di usia 10-15 bulan– dia tidak akan membutuhkannya lagi.

Prosesnya: Begitu dia bisa mengangkat badan, dia akan berlatih menjaga keseimbangan dan berjalan. Pastikan dia mengenakan sepatu beralas empuk untuk berjalan di luar dan sediakan area yang aman untuk bereksplorasi. Bayi biasa menggunakan jemari kaki untuk mencengkram lantai. Jadi, jika Anda berada di dalam rumah, biarkan kakinya telanjang.

Cara membantu: Luangkan banyak waktu untuk bermain. Anda bisa memindahkan beberapa mainan ke tempat yang lebih tinggi. Jika semua ditaruh di lantai, dia tidak akan termotivasi untuk berdiri –kecuali untuk meraih benda-benda berbahaya yang Anda pikir sudah di luar jangkauannya!


Rabu, 18 April 2012

Mengurangi Nyeri saat Imunisasi Bayi


 Menyaksikan buah hati mendapat suntikan vaksin sesuatu yang juga menyakitkan bagi orang tua. Namun ada cara sederhana untuk menenangkan dan mengurangi rasa sakit akibat vaksinasi pada bayi dan balita, menurut sebuah studi terbaru.

Dr Harvey Karp, seorang dokter anak yang menulis The Happiest Baby on the Block memperkenalkan metode yang dikenal sebagai 5 S, yaitu lima cara untuk mengurangi rasa sakit bayi saat divaksin.

Caranya, adalah membungkus atau membedong bayi dengan selimut, meletakkan tubuh bayi miring, menggendong sambil menggoyangkan bayi, mendekatkan mereka pada perut dan dada orang tua serta orang tua yang mengeluarkan suara (shusing) saat bayi divaksin.

Karp mengatakan metode ini juga dapat digunakan untuk menenangkan bayi rewel atau mengalami kolik, sebab meniru sensasi yang dirasakan bayi dalam rahim ibu. 

Para peneliti dari Rumah Sakit Anak Putri Raja di Norfolk menguji metode ini pada 230 bayi berusia 2-4 bulan yang akan diberi vaksinasi. 

Bayi dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok pertama diberi air putih sebelum disuntik, satu kelompok diberi air gula karena diperkirakan air gula mengurangi rasa sakit pada bayi. Kedua kelompok dihibur oleh orangtua 

Pada dua kelompok lain, bayi yang mendapat air putih atau air gula dihibur oleh orangtua mereka menggunakan metode d5S.

Pengamat mengamati tanda-tanda kesakitan, tangisan bernada tinggi, meringis, merintih dan menilai rasa sakit. Kesimpulannya, bayi yang dihibur orangtua dengan metode 5 S memiliki rasa sakit terendah, bahkan bila mereka hanya diberikan air putih. 

"Sejujurnya, saya seorang yang tak percaya, itulah sebabnya saya melakukan studi ini," kata Dr John Harrington kepada New York Times.

"Tapi ternyata anak yang dibedong, ditempatkan dalam posisi berbaring menyamping dan orang tua yang mengeluarkan suara-suara di dekat telinga mereka, bayi secara refleks lebih tenang." katanya.

Studi ini dimuat dalam jurnal Pediatric. 


Senin, 09 April 2012

Bila Anak Mulai Suka Membantah, Coba yang ini ya..


Hampir semua anak pernah membantah atau melawan terhadap orangtuanya. Bagaimana itu terjadi? Menurut  John Gray, Ph.D., dalam bukunya Children Are from Heaven, ‘perlawanan’ seorang anak terhadap orangtuanya karena dia mulai mempunyai kemauan, keinginan, dan kebutuhan sendiri. Dia beranggapan bahwa kalau saja orangtua mengerti, mereka pasti mau mendukung kemauan, keinginan atau kebutuhannya itu. Perilaku tersebut juga menandakan perkembangan kemandirian dalam diri anak. Mungkin dia sudah merasa sebagai anak besar yang bisa melakukan segalanya sendiri.

Perasaan tersebut membuat si kecil mudah tersinggung bila ada tekanan dari luar dirinya. Itulah mengapa sikapnya bisa berubah saat mendengar kata-kata perintah atau larangan. Perubahan sikap tersebut bisa dalam bentuk anak menjadi penurut atau justru melakukan perlawanan. Namun perasaan mandiri tak selamanya jelek. Sebab, kemandirian ini juga bermakna bahwa anak sudah punya pendirian, suatu potensi yang sangat penting bagi kreativitas anak.

Tak hanya itu. Aksi perlawanan juga bisa muncul bila anak merasa diperlakukan tak adil. Anak yang disuruh melakukan sesuatu secara kasar, direndahkan harga dirinya, dan dituntut untuk selalu menuruti kemauan orangtuanya, biasanya akan merasa bahwa dirinya diperlakukan tak adil dan sewenang-wenang. Ini  merupakan reaksi yang wajar. Siap sih yang mau menerima kesewenang-wenangan?

Hati-hati bila Sering Terjadi

Dilarang sedikit saja, si kecil membantah, memberontak atau melawan. Bagaimana bila anak berperilaku demikian? Jangan didiamkan saja. Sebagai orangtua, Anda punya kewajiban   mengurangi ‘hobinya’ yang satu itu. Anak yang terlalu sering membantah, bisa jadi memang ada ‘sesuatu’ dengan sikapnya. Nah, kiat berikut bisa dicoba:

       Hargai anak. Sikap yang adil, hangat, penuh kasih sayang dan cenderung menghargai anak, akan melahirkan sikap yang kooperatif pula. Inilah yang lebih dulu mesti diciptakan dalam keluarga. Dengan menghargai anak, anak pun akan menghargai orangtuanya. Semua merupakan cerminan sikap kita sendiri terhadap mereka. Selain itu, terimalah kekurangan dan kelebihan anak secara wajar. Bila anak tak dapat melakukan sesuatu, jangan melecehkan,  tapi berilah motivasi agar suatu saat bisa lebih baik. Bila anak mampu, Anda pun tak perlu berlebihan memujinya. Fokuslah pada kelebihannya, bukan kekurangannya, sehingga Anda selalu merasa bersyukur memiliki anak yang luar biasa.

    Dengarkan keluhannya. Sediakan waktu sedapat mungkin untuk mendengarkan keluhan dan penolakan anak. Bila si kecil merasa kebutuhan untuk dimengerti sudah terpenuhi,  seketika itu  bagian terbesar ‘perjuangannya’ sudah selesai. Anak akan menyadari bahwa dia begitu diperhatikan oleh orangtuanya. Cara ini akan memperkecil sikap menentang dan menciptakan sikap kooperatif anak.

   Ungkapan dengan jelas. Ketika menemukan sikapnya yang menjengkelkan itu, ungkapkanlah ketidaksenangan Anda dengan kalimat yang jelas dan tak memojokkan anak.  Ketimbang mengatakan, “Ayo cepat mandi, Mama nggak suka punya anak malas dan bau,” lebih baik katakan, ”Yuk, kita mandi Sayang biar wangi. Setelah itu boleh menonton teve lagi.”  Anak tentu senang mendapat perlakuan seperti itu.

   Menjalin hubungan baik. Binalah hubungan yang hangat dan akrab dengan si kecil. Perhatikan kebutuhannya dan pastikan Anda telah memenuhinya. Jalin komunikasi yang hangat dengan memberinya waktu yang berkualitas. Makin menyenangkan Anda di mata anak, si kecil tentu akan lebih terbuka. Jangan lupa, tanamkan nilai-nilai moral dan norma sosial yang berlaku.

   Hindari hukuman fisik dan kata-kata yang menusuk saat mengingatkan anak. Bila anak merasa direndahkan, maka dia akan semakin “menjauh”. Jalinan komunikasi yang lancar, penerimaan, dan penghargaan dari orang tua, akan membuat anak merasa diterima, membangun rasa percaya dirinya, dan mau bekerja sama. Lakukan semua usaha dengan lembut, tegas, dan konsisten, supaya mendapatkan hasil yang efektif.


Zat Besi Cukup, Menunjang Perkembangan Otak Anak


Dahulu, pembentukan otak dianggap telah selesai ketika bayi dalam kandungan. Ternyata beberapa bagian otak masih tetap terbentuk setelah kelahiran misalnya bagian otak yang penting untuk daya ingat dan hubungan antara tempat dan kejadian, serta bagian yang penting untuk perencanaan dan pengambilan keputusan.

Otak mengandung milyaran sel saraf. Sel serabut saraf yang telah terbentuk ini harus saling berhubungan satu sama lain agar dapat berfungsi baik. Proses ini disebut sinaptogenesis. Rangsangan yang baik pada anak akan menghasilkan proses sinaptogenesis yang optimal.

Perkembangan otak tidak terlepas dari pembentukan mielin.Mielinasi atau pembentukan selubung saraf terjadi pada kehamilan trimester ke tiga hingga 2 tahun setelah kelahiran. Proses ini penting untuk menyempurnakan kerja otak. Mielin terdiri dari berbagai zat yang mengandung banyak lemak. Berbagai jenis lemak sangat diperlukan sebagai bahan pembentuk selubung saraf. Mielin juga mengandung protein. Yang tak kalah penting, mielin membutuhkan zat besi untuk pembentukannya.

Untuk apa mielin? Otak berisi kumpulan saraf yang kerjanya berdasarkan aliran impuls dari saraf yang satu ke yang lain. Tanpa mielin, aliran impuls tersebut tak akan berjalan optimal. Ibarat suatu arus berhantaran listrik, mielin adalah lapisan pengaman yang memastikan arus mengalir dengan baik.

Benarkah nutrisi berperan?
Gangguan gizi saat anak dalam kandungan ataupun sudah lahir bisa menyebabkan perubahan bentuk dan fungsi otak. Jika ibu kekurangan gizi pada kehamilan trimester satu, sel saraf janin bisa berkurang, sedangkan bila kekurangan terjadi pada trimester ketiga, kematangan sel sarafnya yang terganggu.


Bila anak pernah kekurangan nutrisi, ketika sekolah ia menunjukkan gangguan fungsi motorik kasar, motorik halus, kecerdasan, perilaku, dan interaksi sosial. Konsentrasi anak menjadi berkurang, anak kurang gembira, dan terjadi perubahan hormonal yang nantinya juga akan mempengaruhi kecerdasannya.

Banyak ahli yang memfokuskan diri pada jenis nutrisi yang diduga paling penting untuk otak, salah satu yang banyak diteliti adalah zat besi:

Zat besi adalah unsur penting dalam produksi dan pemeliharaan mielin serta mempengaruhi aktivitas saraf.
Zat besi membantu kerja enzim yang penting untuk perangsangan saraf.
Zat besi ditemukan dalam otak secara tidak merata, sesuai dengan kebutuhan masing-masing bagian otak tersebut.

Apa yang terjadi jika anak kekurangan zat besi?
a). Proses mielinasi terganggu
Fungsi pendengaran ditemukan menurun pada hewan penelitian yang sengaja dibuat kekurangan zat besi. Anak yang mengalami kekurangan zat besi saat usia 6 bulan menunjukkan gangguan kecepatan hantar saraf dari pendengaran karena kurang sempurnanya mielinasi. Efek ini menetap hingga anak berusia 2-4 tahun walau sudah diobati.
Mielinasi saraf penglihatan berlanjut sampai anak berusia 2 tahun. Jika anak pernah alami kekurangan zat besi, saat usia 3-5 tahun respon penglihatannya menjadi lebih lambat.

b). Pembentukan zat kimia penunjang kerja otak (neurotransmitter) terhambat
Sel saraf diatur oleh zat kimia disebut neurotransmiter dan kekurangan zat besi bisa menghambat produksinya. Misalnya, zat besi turut berperan dalam pembentukan neurotransmiter dopamine. Anak yang kekurangan dopamine akan memperlihatkan perilaku hiperaktif.

c). Berkurangnya kemampuan belajar dan kecerdasan
Anak yang pernah kekurangan zat besi menunjukkan skor motorik dan IQ lebih rendah pada usia 11-14 tahun. Kekurangan zat besi pada usia sekolah juga menyebabkan sulit konsentrasi dan gangguan kecerdasan terutama untuk pelajaran matematika.

Suatu penelitian di Indonesia menunjukkan anak sekolah yang kadar hemoglobinnya kurang dari 11 g/dl (anemia akibat kekurangan zat besi) lalu diobati selama tiga bulan, terjadi perbaikan kemampuan belajar tetapi tetap saja lebih rendah daripada anak normal.

Kekurangan zat besi pada anak juga dapat menyebabkan penurunan nilai tes psikologi, tes konsentrasi, mengurangi kemampuan belajar konsep, dan menurunkan daya ingat.

d). Menyebabkan anemia dan segala efeknya.
Zat besi penting untuk pembentukan sel darah merah, sehingga kekurangan zat ini bisa menimbulkan anemia atau penyakit kurang darah. Sel darah merah punya tugas mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Jika terjadi kekurangan, anak akan kekurangan oksigen secara kronis. Akibat anemia ditambah efek kekurangan zat besi yang lain, anak bisa alami berbagai penyakit.

e). Sinaptogenesis
Sinaptogenesis berjalan sejak lahir, sebagian besar selesai usia 2-3 tahun, sebagian kecilnya berlanjut hingga remaja.
Sinaptogenesis untuk fungsi penglihatan dan pendengaran: maksimal usia 3 bulan, selesai usia 5 tahun.
Sinaptogenesis untuk fungsi bicara: maksimal usia 9 bulan dan selesai usia 5 tahun.
Sinaptogenesis untuk fungsi kecerdasan terus berkembang hingga remaja.
Tak terlambat untuk berobat
Jika anak sudah didiagnosis kekurangan zat besi, tak ada kata terlambat untuk berobat:
Pemberian zat besi secara suntikan selama 5 hingga 10 hari untuk bayi yang anemia akibat kekurangan zat besi dapat memperbaiki kemampuan anak. Perbaikan terlihat berupa peningkatan IQ, perbaikan perilaku, dan konsentrasi anak.
Efek jangka panjang pada anak yang mendapat pengobatan lebih baik daripada yang tidak diobati.


Kiat cegah kekurangan zat besi

Perhatikan asupan zat besi sejak ibu hamil atau merencanakan kehamilan. Ingatlah bahwa perkembangan otak anak sudah dimulai sejak masih berbentuk janin.
Persediaan zat besi pada bayi baru lahir pun ditentukan saat kehamilan ibu.
Pastikan diet anak mengandung zat besi dengan memperhatikan masa-masa tumbuh kembangnya dan tingkatkan pengetahuan ibu tentang makanan yang kaya akan zat besi.
Pilihlah sereal atau susu formula sapi yang diperkaya zat besi.
Lakukan deteksi dini anemia kekurangan zat besi pada bayi, misalnya memeriksa kadar hemoglobin bayi saat usia 9 bulan. Jika kadarnya kurang dari 11 mg/dl, diperlukan terapi zat besi selama tiga bulan.


Jumat, 06 April 2012

Hati hati Menggunakan Bedak Untuk Bayi ya



Bedak talc banyak digunakan oleh para ibu untuk membantu menyerap kelembaban pada tubuh dah bokong bayi setelah mengganti popok. 

Namun, tahukan anda, penelitian para ahli kesehatan mengemukakan bahwa bedak talc bisa menyebakan pneumonia dan penyakit pernafasan lainnya pada bayi. Berikut beberapa alasan mengapa bedak talc dianggap berbahaya bagi bayi:

Bedak talc terbuat dari berbagai kombinasi bahan seperti zinc stearate, magnesium silicates, dan sebagainya. Meski tergolong aman bagi kulit, namun bahan-bahan tersebut berukuran sangat kecil sehingga mudah terbawa udara seperti debu yang bisa masuk ke dalam paru-paru anak anda yang nantinya bisa berakibat fatal bagi paru-paru mereka serta bisa menyebabkan bayi anda terserang pneumonia atau bahkan kanker paru-paru.

Beberapa kasus menyebutkan bahaya menghirup bedak talc bagi bayi anda. Meski demikian anda tak perlu terlalu khawatir jika anak anda kerap menumpahkan bedak talc nya selama, bedak tersebut tidak terhirup olehnya.

Para ahli kulit membuktikan bahwa jika dibandingkan pemakaian bedak talc dengan krim atau lotion kulit untuk bayi, maka krim atau lotion kulit lebih ampuh untuk mencegah dan mengobati ruam popok dibanding bedak.

Selain berbahaya bagi pernafasan, beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa penggunaan bedak talc pada bayi perempuan bisa menyebabkan cancer ovarium. Meski demikian tidak semua ahli setuju dengan penelitian tersebut. Namun, untuk amannya di sarankan bagi para ibu untuk lebih berhati-hati dalam pemakaian bedak talc untuk bayi mereka. Atau lebih amannya lagi, gunakan lotion khusus untuk melembabkan daerah kemaluan dan bokong bayi setelah mengganti popok dibanding menggunakan bedak talc.



Dot untuk bayi (empeng Bayi) ada manfaatnya...?


AAP atau The American Association of Pediatrics mengeluarkan sebuah penyataan kontroversial tentang pengaruh empeng terhadap SIDS(Sudden Infant Death Syndrome). Dalam pernyataan tersebut AAP menyatakan adanya hubungan antara penggunaan empeng dan penurunan resiko SIDS pada bayi. Pernyataan tersebut juga dikuti dengan rekomendasi bagi para orangtua untuk memberikan empeng saat bayi mereka tidur di tahun pertama usianya.

Pernyataan AAP ini didukung oleh Dr. DeKun Li, peneliti dari Kaiser Permanente's Northern California Region. Hasil penelitian Dr. Dekun Li menyebutkan bahwa penggunaan empeng selama tidur pada bayi bisa mengurangi resiko SIDS sebesar 90%.

Meski para ahli belum sepenuhnya yakin mengapa empeng bisa mengurangi SIDS, namun beberapa alasan mungkin bisa menguatkan pernyataan tersebut, diantaranya:

-Penggunaan empeng saat tidur membuat aliran udara dari mulut terbuka dan mengalir selama tidur.
-Bayi tidur lebih lelap karena sambil mengisap empeng, sehingga tidak selalu berubah-ubah posisi tidur.
-Posisi empeng dimulut membuat bayi jadi sulit merubah posisi badannya saat tidur.
-penelitian lebih lanjut tentang empeng dan pengaruhnya terhadap berkurangnya resiko SIDS pada bayi masih terus dilakukan.

Empeng dan ASI
Meski beberapa argumen menyatakan bahwa penggunaan empeng bisa menyebabkan bayi enggan menyusu ASI dari ibunya. Pada kenyataannya belum ada penelitian yang membuktikan argumen tersebut. Bahkan para ahli menyatakan bahwa tidak ada hubungannya penggunaan empeng dan penurunan kemauan bayi untuk menyusu ASI ibunya. Meski demikian, para orantua tetap disarankan untuk menunda memberikan empeng pada bayi hingga usia bayi 1 bulan atau lebih. Hal tersebut untuk memastikan pemberian ASI pada masa awal usia bayi terjaga dengan baik.

Para ibu juga disarankan untuk menunggu paling tidak hingga satu minggu setelah kelahiran sebelum memberikan empeng pada anaknya. Karena pada usia tersebut, bayi baru saja mulai belajar mengisap ASI ibunya, dan tidak disarankan untuk mengganggu proses tersebut dengan pemberian empeng.

Meski penggunaan empeng disarankan untuk menurunkan resiko SIDS pada bayi sekaligus menjadi alat ampuh untuk menenangkan bayi anda, sebagai ibu anda harus tahu kapan bayi anda butuh empeng dan kapan mereka bener-benar butuh menyusu ASI. Ibu juga harus tahu kapan waktunya bayi anda berhenti mengisap empeng. Resiko tertinggi bayi terserang SIDS adalah di usia 2 hingga 6 bulan, Jadi sebaiknya gunakan empeng selama usia tersebut saja.

Empeng dan masalah gigi
Timbulnya masalah gigi akibat penggunaan empeng tergantung dari berapa lama anak tersebut mengisap empeng. Jika digunakan sampai usia satu tahun atau kurang maka masalah gigi yang timbul tidak akan bersifat permanen. Kecuali jika mereka masih menggunakan empeng hingga usia balita. Usia 6 bulan adalah waktu yang tepat bagi anda untuk menghentikan penggunaan empeng pada bayi anda.


Anak ingin Hewan Peliharaan, Apa Saja Manfaatnya...?


ada beberapa manfaat lain yang akan diperoleh anak dari hewan piaraannya.

Mengajarkan tanggungjawab
Memelihara hewan piaraan akan membuat si kecil belajar untuk mengembangkan sikap tanggungjawab. Si kecil akan belajar tentang kehidupan, bahwa untuk dapat hidup dan sehat setiap hewan harus makan, minum, dan bergerak.

Ikan adalah hewan piaraan pertama yang terbaik untuk si kecil, karena akan membuat ia lebih aktif untuk memberi makan ikannya secara teratur. Sementara hewan seperti kucing atau anjing bisa membawa kebersamaan antara anda dan anak anak anda melalui berbagai aktifitas seperti mengajak anjing anda jalan-jalan, serta mengajak anak anda menyiapkan makanan untuk anjing atau kucingnya bersama anda.



Hewan piaraan adalah sahabat anak
Anak akan mencari binatang piaraannya saat ia membutuhkan teman bermain atau sekedar berbagi, sebagai pemberi semangat atau sebagai pelindung mereka. Bahkan sebuah studi mengungkapkan bahwa hewan piaraan seringkali sama pentingnya dengan orangtua, kakak, keluarga, guru dan sahabat bagi anak anda..

Hewan piaraan tidak akan menghakimi atau marah dengan anak anda bahkan saat ia bertingkah menyebalkan. Hal tersebut berguna untuk meningkatkan self esteem mereka. Bahkan, anak-anak cenderung mempercayakan rahasia dan pikiran-pikiran pribadinya untuk diceritakan pada hewan piaraannya.

Hewan piaraan sebagai obat
Hewan piaraan membantu anak mengembangkan keberanian dan kemampuan sosial nya. Mengembangkan perasaan positif pada hewan piaraan dapat mengobati self-esteemnya serta mambantu meningkatkan komunikasi non-verbal dan sikap empatinya. Sebuah studi pada anak sekolah mengungkapkan bahwa mereka yang mempunyai hewan piaraan cenderung lebih populer diantara teman-temannya serta labih memiliki empati dibandingkan mereka yang tidak punya hewan piaraan.

Hewan piaraan memberi pelajaran hidup
Hewan piaraan sering kali memberikan pelajaran pertama pada anak anda tentang kematian dan perasaan kehilangan. Hewan piaraan juga mengajarkan tentang kesehatan dan sakit pada anak anda. Mengajak anak anda ke dokter hewan untuk memeriksa hewan piaraannya yang sakit memberinya pelajaran bahwa bahkan hewan piaraan juga membutuhkan perawatan kesehatan yang baik pula. Hewan piaraan juga mengajarkan perlunya rasa hormat terhadap mahkluk hidup lain pada anak anda.

Hewan piaraan membawa kegembiraan
Hewan piaraan memberikan rasa kasih sayang tanpa syarat, kesetiaan, dan rasa nyaman pada anak anda. Kegiatan berjalan-jalan dengan hewan piaran juga akan memberi manfaat secara fisik pada anak anda. Tugas memandikan anjing atau menyikat bulu kucing piaraan akan menjadi aktifitas yang menyenangkan untuk anak anda.

Hewan piaraan membuat anak berlatih fisik
Aktifitas fisik akan memberi manfaat sosial, mental, dan fisik pada anak anda. untuk memaksimalkan manfaat ini sangat penting untuk membiasakan anak anda melakukan aktifitas fisik dengan bantuan hewan piaraannya serta mengurangi kebiasaan bermalas-malasan dan berdiam diri dirumah. Sebagai contoh, memiliki hewan piaraan dapat membantu anak untuk lebih aktif melakukan aktifitas fisik diluar yang berguna untuk mengurangi obesitas pada anak.

Meski manfaat memelihara hewan piaraan sedemikian banyaknya bagi anak anda, namun pastikan anda senantiasa mengawasi anak anda dan hewan piaraannya. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan nantinya.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...